Skip to main content

Lima, Dua Ribu Dua Puluh

Ada ekspektasi yang diam-diam bersembunyi, bermuara di palung paling rahasia

Kepalaku sibuk menerjemahkan yang dirasa, pada setiap apa-apa yang terjadi

Aku harus mengalahkan ego dengan telak agar ia tak bebas berlari-lari dalam benak

Menguncinya terlelap, hingga tak bersekongkol lagi dengan sudut tergelap

Bisakah perubahan ini aku terima dengan sebijak-bijaknya bahagia?

- S.

Comments

Popular posts from this blog

Satu, Dua Ribu Dua Puluh

dadaku sesak dipenuhi tanda tanya, resah bagaimana hari esok datang membawa jawab lewat sebuah peristiwa caranya mungkin mengejutkan, tapi terpenting ialah ragu yang terpecahkan aku harus melawan, terus melawan hingga ia tak lagi merajalela dari kepala, lalu merasup ke jiwa semoga patahku jadi sebuah rangkai sesuatu, yang menyatu tanpa lelah waktu - S .

Anotha Kilometers

Your arms feels so bold Allied with the cold You never asked the permission Yet I never asked the questions Thriving in a bliss Not worry if something will be missed Even though it turns out just a fiction I cherish it as the fact, but with a blind vision - S

Em/r(osi)

Aku adalah segala emosi yang tak bertuan Sekian cara ku coba tuk meredam, apalah daya, sanggupku hanya memendam Tanda tanya di kepala ini terus membungkam, menelusup jiwa yang kian geram Asaku seperti mati dibakar diriku sendiri Aku bagai ditunggu pintu-pintu pilu yang terbuka oleh amarah yang menderu Sungguh, inginku hanya reda Aku lelah hal ini terus singgah Lantas, sanggupkah engkau meniup api yang tak bercahaya ini? Dari tengah malam ini, S.