Skip to main content

Kisah yang Tak Pernah Sepakat

Kita bukanlah pusat segalanya,

dan segalanya tidak butuh berpusat di kita.


Beberapa hari terakhir, suasana kian gersang: tak berbalas, terbengkalai, ditiadakan begitu saja.


Jiwa jadi arena pertarungan paling aduhai, ada kotak-kotak ideal yang sengit ingin dilibatkan. Lalu bertautlah kita pada sesuatu yang selanjutnya diperdebatkan.


Persis seperti perspektif yang keluar dari tabiatnya, muncul ahli sana-sini yang melahirkan kecelakaan informasi. Terlena akan klaim menang dan kalah, memvalidasi sesuatu di garis abu-abu.


Ketika nalar dianggap subsisten ringan, kemudian kita bisa apa? Semua dibiarkan jadi remeh-temeh atau keras memaksa konteks yang bukan sebenarnya?


- S

Comments

Popular posts from this blog

Ada

Waktu merentang, detik demi detik nyala bintang menuntunku pulang—bermula di riuh percakapan dan terbenam di kesunyian, di antara mimpi dan nyata yang tak kenali batasnya. Meletakkan gelisah di palung terdalam, membiarkan ragu luruh menyeberangi sepasang sudut mata. Sebab takdir bukan sepenuhnya milik kita dan melawannya adalah hal sia-sia. Kini, langit bukan lagi abu-abu, selayaknya sepi yang tak lagi jadi tempat berteduh segala sesuatu. Dalam sukacita dan lintasan yang masih jadi rahasia: sentuh tanda tanya, koma, hingga titik sama-sama, - S

Satu, Dua Ribu Dua Puluh

dadaku sesak dipenuhi tanda tanya, resah bagaimana hari esok datang membawa jawab lewat sebuah peristiwa caranya mungkin mengejutkan, tapi terpenting ialah ragu yang terpecahkan aku harus melawan, terus melawan hingga ia tak lagi merajalela dari kepala, lalu merasup ke jiwa semoga patahku jadi sebuah rangkai sesuatu, yang menyatu tanpa lelah waktu - S .

Anotha Kilometers

Your arms feels so bold Allied with the cold You never asked the permission Yet I never asked the questions Thriving in a bliss Not worry if something will be missed Even though it turns out just a fiction I cherish it as the fact, but with a blind vision - S